Apa Kau Pernah?

apa kau pernah menanti seseorang hingga keputusasaanmu menghampiri? apa kau pernah menyebut nama seseorang dalam percakapanmu dengan Tuhan, namun seolah dia tidak menghargai? apa kau pernah menunggu seseorang mengirim pesan padamu hanya untuk memastikan dia baik-baik saja dan mengingatmu? apa kau pernah tersiksa memikirkan seseorang yang kau cintai tidak memberimu kabar namun memberi kabar pada orang lain? apa kau pernah merasa ingin menyerah ketika seseorang yang kau perjuangkan bahkan tidak melihat keberadaanmu? apa kau pernah? lalu apa yang kau lakukan?
aku menyebut namamu dalam setiap langkahku, biar Tuhan menyampaikan rasa itu ke hatimu, namun mungkin hatimu telah kau tutup tanpa celah, Tuhan bisa membukanya, namun Tuhan lebih tahu apa yang sebaiknya aku lakukan. aku enggan mengatakan rindu padamu, aku tahu rinduku termentahkan. dia tak sanggup membuka pintu itu, lalu aku biarkan Tuhan dan waktu yang menyimpannya. aku ingin kau baik-baik saja, dan kau baik-baik saja. namun aku terluka. aku tak pernah dalam otakmu ketika kau baik-baik saja. aku berharap kau melihatku. lalu kau memang melihatku. namun bukan padaku cinta dan rindunya tertuju.
apa kau pernah mencinta setelah kau terluka? apa kau pernah percaya ketika kau merana? apa kau pernah merindu ketika hatimu terlalu lama berkabut pilu? aku pernah. aku pernah. aku pernah dan itu padamu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dialog Dini Hari

Setiap Ucapan Selamat Tinggal

Duh, Tuan.