Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Duh, Tuan.

Kisah apa yang nanti akan dibagikan
Jika hanya aku yang kemudian begitu girang
Melihat bagaimana luasnya angkasa dan hatimu
Memeluk khayal menggenggam kencang ingatan
Tentang bagaimana savana yang luas menenggelamkanku pada tangis
lalu syukur yang angkuh
Sementara engkau hanya tergelak menyaksikan dari jauh
Aku tenggelam, pada matamu.
Menggila aku di tengah malam yang hangat bersemu merah
Mana kamu sadar sebab tidak ada ruang hampa tanpa udara
Kita hanya dua bocah yang kehilangan rumah atau tengah mencari kubah
Berlarianlah aku, kupetik satu persatu tanya tanpa diperoleh jawab
Maka kumakan saja tanpa perlu berlama menatap
Berkisah kita, tentang manusia mencinta manusia lainnya
Aku menggaruk hati mengubur dalam emosi
Gagap pada tempat yang bukan semestinya
Tapi bagaimana bisa lupa pada matahari yang begitu asik bermain dengan kulit
Bagaimana lupa, bila angin begitu manja pada sisa rambut dijepit di telinga
Bagimana bisa dilupa, biru langit istimewa jatuh pada tatap hangat senyum memik…

Postingan Terbaru

Dialog Dini Hari

Wangi

Hujan November Datang

Entah Pagi ke Berapa

Gelas-Gelas Kaca #2

Ruang Tunggu

Gelas-Gelas Kaca #1

Pencari Ketenangan

Pesan dari Anak Zaman

Setiap Ucapan Selamat Tinggal