Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2017

Dialog Dini Hari

Selamat dini hari,
Selamat datang di hari yang selalu menjadikanmu penasaran tiap tahunnya, Gar. Tidak pernah terlalu istimewa, bahkan untuk tahun ini, sepertinya tahun paling menyakitkan untukmu, ya. Tahun pertamamu tidak lagi di telepon oleh ayahmu, hanya untuk ucapan selamat ulang tahun. Kamu rindu ya, Gar? Menangislah sebanyak yang kamu mampu dan kamu mau. Itu tidak mengubah apapun, namun paling tidak, tertidurlah karena terlalu lelah menangis, Gar.
Apa yang kamu alami setahun belakangan? Selain trauma berlebihan atas kehilangan? Bagaimana kabar rasa syukurmu? Bertambah suburkah ia? Atau mati atas alasan yang sudah kusebutkan? Tak apa, aku selalu permisif untukmu.
Ayahmu, di sana. Jangan kecewakan beliau. Di hari ini, tepat 23 tahun lalu, tanpa seingatmu, ia berbahagia. Menerima amanah dengan suka cita dan penuh komitmen bertanggungjawab. Anak gadis yang menjadi bebannya. Kamu tumbuh baik, Gar. Sehat dan berkecukupan. Ceria dan berteman. Pemberontak tanggung. Diberi kebebasan untu…