Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2013

Tuan

Tuan, maafkan aku yang membisu diantara tanya. Sungguh aku hanya kehabisan kata dan enggan berderai air mata. Tuan, maafkan aku yang hina. Yang mengasihimu lebih dari semestinya. Yang mengkhayalkanmu tanpa berlandas logika. Seperti pungguk merindu rembulan. Seperti tangan yang takkan pernah mampu menggapai gemintang.
Tuan, maafkan aku yang terlalu bodoh memimpikanmu. Menggapai-gapai langit-langit kamarku seolah ada wajahmu yang ingin kurengkuh. Maafkan aku Tuan yang akhirnya tetap pada khayalan. Aku tak mampu mengendalikan rasa yang pada akhirnya meraja. Sebab malam dan pagiku seolah milikmu. Tuan yang akhirnya tetap pada ratapan, ada senyummu yang semakin meremukkan rusuk dan tulang-tulang. Maafkan aku yang mencoba membenci tiap hal tentangmu, Tuan. Aku hanya mencoba berdamai dengan realita. Mengubur mimpi-mimpi dan khayalan yang telah ku sulam. Tuan yang pernah kurindukan, maafkan aku yang sempat menorehkan namamu di satu sudut hati terdalam. Tuan yang sekarang setengah mati ingin k…

Teruntuk Kakanda

teruntuk kakanda di suatu tempat tak tergapai jemari..
malam telah larut menyisakan cerita pagi... namun rembulan tak benar-benar bertengger di singgasana agung, sedang para bintang masih tertidur di bawah kelambu enggan menebar kerling sendu. desau angin malam ini mengalun menembus rindu, mengristalkan kangen pada lalu.
teruntuk kakanda yang teramat jauh dari pandangan...
sudikah kiranya engkau memeluk cintaku yang tak bertuan.
ia terlalu lama mengapung pada samudra ketiadaan, terhanyut diantara lara dan duka derita, tercabik, terlunta pada tanah tanpa pijakan. cintaku fakir tanpa pemiliknya. layaknya ilalang diantara gersang. sudikah kiranya tuan...
teruntuk kakanda yang jauh dari dekapan...
hatiku hampir mati tertikam, pada rindu kangen yang tak engkau balaskan. berniatkah tuan menghukumku dengan cambuk sembilu? mematikan rasa yang teracuni candumu. teracuni senyummu.
teruntuk kakanda yang rinduku dia mentahkan...
semesta membuatku bertekuk di hadapan, namun engkau diam. kiranya ka…

Pada

pada awal yang akhirnya menjadi titik, aku mencintaimu.
pada temu yang akhirnya menjadi perpisahan, aku mencintaimu.
pada perjumpaan yang akhirnya menjadi kenangan, aku mencintaimu.
pada detik yang akhirnya terhenti, aku mencintaimu.
pada kota yang menjadi anak tangga mimpiku, aku mencintaimu.
pada rindu yang datang menghimpit, merontokkan rusuk-rusuk, pada kangen yang mencengkeram membekas lara, ya... aku mencintaimu.
tapi pada cinta-cinta itu, pada malam-malam di kota itu, pada rindu-rindu itu, aku lupa. adakah cinta-cinta dari rasa yang kau sendiri tak ungkapkan ada tiadanya. aku lupa, ah tidak lupa, mungkin melupa. aku mencintaimu tanpa jawaban. hanya menjalani tanpa harapan.
lalu bodohkah itu? pasti bodoh. sangat bodoh.
kau tahu rasanya merindu tanpa dirindu, layaknya meletakkan hatimu pada pecahan-pecahan gelas. pedih, sedih. kau mengerti rasanya mencinta tanpa dicinta, seolah pecahan itu mencabik lapisan-lapisan kulitmu. mengalirkan darah dan air mata. menghancurkan pikir dan p…

Sesederhana itu

aku ingin menikmati angin bersamamu, membelaikan rambut dengan mesra. aku ingin menikmati pagi bersamamu, memanaskan tulang sampai ke sumsumnya. aku ingin melihat langit bersamamu, berjalan-jalan seadanya. aku ingin bernyanyi denganmu, bersenandung di tengah malam. aku ingin menghitung bintang dengan jari-jarimu, habiskan waktu luang. aku ingin tertawa bersamamu, terbahak dan terpingkal, menuakan muda kita. aku ingin bergandengan diantara rapuhku, membuat alam raya cemburu. aku ingin bermain layang-layang di sampingmu, melihat benangnya mengudara. aku ingin berceloteh di telingamu, membelalakan mata. aku ingin menikmati hujan berdua saja, mencoba menggapai rintiknya, menari dan berdansa. lalu kita menangis dan bersuka, berdua. bertelanjang kaki, berlarian, menelanjangkan rapuh kita, menguatkan bahu kita. aku hanya ingin sesederhana itu, menjadi anak-anak bersamamu, merangkai mimpi-mimpi, menikmati dunia, menghancurkan belenggu, meneriaki cemburu, sesederhana itu. menjadi anak-anak ber…