Pos

Menampilkan pos dari Mei, 2015

Entah Pagi ke Berapa

Selamat awal pagi.
Entah pagi ke berapa yang aku habiskan hanya untuk ku bunuhi.
Sudah memasuki Mei minggu ke dua. Bulan di mana pada tahun-tahun sebelumnya banyak yang dirapal. Pengharapan yang masih mengayun manis.Entah pagi ke berapa yang diawali dengan segala kekosongan pikir. Berkelana imajinasi menembus batas-batas ruangan. Kamar berantakan bercat pink. Kesepian yang terwujud dengan amat sangat eksplisit. Dibumbui hening yang tercipta pada sepertiga malam.Entah pagi ke berapa. Sepertinya sekarang berkawan sepi adalah kewajaran. Semakin bertambah usia dan sebagainya, wajar untuk merasa kesepian. Tanpa perintah dari mulut-mulut manis ibu atau ayah di angka 10 malam. Perintah mencuci kaki dan tangan. Perintah berdoa, matikan lampu, dan pejamkan mata.Sepertinya sepi adalah sebuah kewajaran. Sama seperti waktu yang kubunuhi atau membunuhi. Ia kewajaran dari rotasi bumi pada matahari. Berulang dengan detik yang itu-itu saja. Angka satu sampai 12 di putaran jam dinding. Angka satu hing…