Mencariku
Aku telah berjalan jauh, kepayahan. Kupikir, padamu kutemukan tanah lapang, Berharap bisa akarku bercokol di dalamnya, Namun di hatimu ku hanya menemukan batuan. Tertulis namamu, berkali-kali, berbait-bait. Kucari namaku pada setiap jengkal lahan gersang itu. Nihil. Aku tak menemukannya, tak menemukanku. *** Suatu malam di November, 2016. Malam itu di Magelang hujan turun begitu hebat. Gemuruh menggelegar disertai kilatan petir sesekali. Hujan angin, deras dan dingin. Aku duduk di tepian minimarket, berteduh sebentar sebelum meneruskan perjalanan ke Yogyakarta. Malam itu pukul 19.30, beberapa orang turut berteduh menghindari kuyup di serambi minimarket yang begitu terang. Kami semua sudah kebasahan, namun derasnya angin dan hujan sepertinya tidak memungkinkan untuk terus berada di jalanan. Di tanganku tergenggam minuman kaleng yang sudah separuhnya kutenggak. Kupandangi langit yang kelam, di depan mataku terpampang jalanan dan sebuah bangunan besar perguruan tinggi Magelang. Di sana la...