Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2014

kisah tanpa judul #1

Antara peron dan ruang tunggu pengantar pada stasiun terpisahkan pagar besi. mereka saling menatap heran, lelaki berjaket merah itu mendekat. Ada yang beda pada mata Lily. Sembab. Dia tak sadar apa yang dilakukannya ketika tiba-tiba dia telah berdiri di hadapan wanita pucat pasi itu. Lily memakai gaun putih selutut, dengan rambut tergerai. Indah sebenarnya, hanya kepucatan di wajah sendu itu yang membuatnya seolah-olah lebih tua. Dari balik pagar peron, Gia memberikan selembar tisu. Lily terkejut pada lelaki yang tak pernah dia kenal sebelumnya. Di tatapnya lelaki itu. Matanya yang teduh dan bibir kecil dengan raut datar. Seolah dikomando, tangan kurus itu menerima tisu yang diberikan Gia. Lily tertunduk tanpa tahu maksud Gia. "stasiun itu tempat pertemuan dan perpisahan, mbak. dan saya yakin perpisahan selalu membuat luka. di sini lah tempat luka, haru, perjumpaan, perpisahan, air mata dan kebahagiaan bercampur..." ucap Gia seraya mengambil posisi duduk membelakangi Lily. L…