Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2013

Sedikit Renungan untuk Kebumen Beriman

Tadi sore aku terlibat pembicaraan serius dengan seseorang. Kakak kelas ketika SMA sekaligus motivatorku secara tidak langsung. Umurnya masih 19 tahun, sebulan lebih muda daripada aku, namun pikirannya --dan karena pendidikannya-- dia seolah lebih matang. Dia memberiku sebuah ide menarik. Menjadi mahasiswa yang tak sekadar mahasiswa. Lebih dari itu, bukan tentang materi, akan tetapi lebih kepada esensi hidup.
Dia merasa, kami, warga Kebumen yang menempuh pendidikan di luar kota, melupakan sesuatu yang sebenarnya memang sangat memalukan, yaitu membangun tanah dan tempat lahirnya. Kami terlalu sibuk pada urusan dan kepentingan kami di tanah rantau, sementara Kebumen seolah merana tanpa dilihat dan diperhatikan oleh putra-putrinya yang mengaku berpendidikan. Seolah kacang lupa kulitnya, mahasiswa yang berasal dari Kebumen bertindak layaknya Eropa kolonial, hanya mengeruk dan hidup dari tanah jajahannya, tanpa memberikan timbal balik pada tanah yang ia tempati. Apa bedanya kita dengan Ero…

When "A Thousand Years" just be a memory..

Pagi ini, berlatarkan lagu "A Thousand Years" dari Christina Perry ingatanku memunculkan bayang-bayangan beberapa waktu silam. Ketika seseorang yang 'pernah' sangat membahagiakan memainkan keyboardnya lalu menyanyikan lagu romantis ini untukku. Aku akui suaranya merdu, dalam, dan seperti kebanyakan wanita, aku hanya terharu, memerah, dan speechless. Tak lama diraihnya gitar, lalu lagi-lagi lagu ini mengalir lancar dari mulutnya. Aku merasa seolah akulah wanita paling beruntung. Tetapi bukankah waktu, bumi dan segalanya berputar pada satu arah dalam fase mereka? Ya, segala sesuatu di dunia ini yang tak kan pernah kita sangkal keberadaannya adalah perubahan. Seluruh nyanyian... musik, lagu dan hal-hal menyenangkan lainnya adalah sementara. Dan itulah yang indah di dunia ini. Sementara. Kau tak akan bosan pada segala yang sementara. Hanya mungkin pada kesementaraan kau akan lelah. Lelaki baik yang 'pernah' sangat membahagiakan pada akhirnya mengikuti waktu. Ia b…