Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2013

Sedikit tentang lalu

Gambar
foto : Guntur Triyoga
Aku pernah terjatuh dan tak pernah berharap untuk mampu berdiri.. Lalu aku pernah merasakan perih dan tak berpikir mampu sembuh, tak terluka lagi.
Namun diantara hitam dan sedih yang aku derita, dia datang. Seseorang yang dari awal perjumpaan telah membuatku mengingat wajahnya. Seseorang yang sejak awal perjumpaan telah membuatku merasa tak 'kan mampu menyapanya.
Dia datang lebih dari yang aku butuhkan, seperti kakak, seperti sahabat, seperti kekasih, seperti apa yang tengah aku butuhkan. Aku merasa terbuang, tersingkirkan, namun dia menggandengku, menopangku, menguatkanku.
Aku tak pernah merasa sekuat itu, tak pernah merasa semampu itu. Dia tinggal, tidak pergi ketika yang lain pergi. Mengulurkan tangan ketika yang lain menarik bantuan. Dia Malaikat Mimpi-ku dan dia tahu.
Lalu aku bahagia, sekejap. Dia memberiku "cinta", katanya. Aku pun sedikit merasa. Namun banyak mulut yang membuatku merasa it isn't a good choice. Ya, aku menelantarkan yang …

Apa Kau Pernah?

apa kau pernah menanti seseorang hingga keputusasaanmu menghampiri? apa kau pernah menyebut nama seseorang dalam percakapanmu dengan Tuhan, namun seolah dia tidak menghargai? apa kau pernah menunggu seseorang mengirim pesan padamu hanya untuk memastikan dia baik-baik saja dan mengingatmu? apa kau pernah tersiksa memikirkan seseorang yang kau cintai tidak memberimu kabar namun memberi kabar pada orang lain? apa kau pernah merasa ingin menyerah ketika seseorang yang kau perjuangkan bahkan tidak melihat keberadaanmu? apa kau pernah? lalu apa yang kau lakukan?
aku menyebut namamu dalam setiap langkahku, biar Tuhan menyampaikan rasa itu ke hatimu, namun mungkin hatimu telah kau tutup tanpa celah, Tuhan bisa membukanya, namun Tuhan lebih tahu apa yang sebaiknya aku lakukan. aku enggan mengatakan rindu padamu, aku tahu rinduku termentahkan. dia tak sanggup membuka pintu itu, lalu aku biarkan Tuhan dan waktu yang menyimpannya. aku ingin kau baik-baik saja, dan kau baik-baik saja. namun aku te…

Opini tentang Pendidikan Indonesia ( tugas LPM )

Berhak Lupa

aku adalah serpihan-serpihan malam, aku adalah kepingan-kepingan kisah yang mungkin perlahan namun pasti kau lupakan. aku hanya sisa dari harap-harap impian. aku hanya bias dari cahaya yang memantul pada cermin-cermin retak. tak terkendali tak terdefinisi. aku hanya daun-daun kering terhempas angin namun tak mampu membencinya. aku hanya lirik-lirik lagu yang lupa kau tulis, notasi-notasi tinggi yang kau benci, nada-nada sumbang dari dawai gitar yang kau petik. aku hanya malam tanpa rembulan maupun gemintang, aku hanya pantai yang tak berombak, aku gunung yang tak berbatu. aku adalah masa lalumu, namun kau masih menjadi masa kini ku. aku ini siapa? aku pun tak tahu. pada detik dan menit aku hanya merangkai rindu, tak berbatas tak berbalas. Pada jam dan hari-hari ku ukir namamu pada doa-doa, tak berbatas tak berbalas. Pada janji-janji dan kisah-kisah, ku selipkan wajahmu, tak berbatas tak berbalas. Aku hanya langkah-langkah bodoh pada masamu, hanya pasir dari pantai gersangmu, labuhan t…

Masa Lalu, Labil, dan Proses

Hallo,
Hari yang keseluruhannya dingin... entahlah, tetapi setiap bulan Ramadhan, di kampungku suasananya selalu begini.
Di penghujung siang yang dingin ini, aku merasa sesuatu keanehan. Seperti ada kekosongan yang tak biasa. Mungkin karena seseorang yang hampir setiap hari aku khawatirkan keadaannya tengah berada jauh di tempat yang tidak bisa aku bayangkan.
Tetiba aku berpikir, orang yang setiap hari bertemu saja bisa dia lupakan dengan mudah, apalagi aku? orang yang mungkin tidak ada satupun momenku yang ia simpan di memori otaknya.
Tapi... ah sudahlah, bagiku itu hanya cerita biasa...
Bukankah setiap manusia memiliki luka dan ketakutan masing-masing?
Hari ini aku belajar dari kisah sahabatku... Lebih tepatnya pembenaran atas sikapku.
Beberapa orang dalam kehidupanku ceritanya hampir mirip denganku. Kami sama-sama terjebak dalam bayang-bayang masa lalu. Atau mungkin memang kami---kebanyakan wanita---adalah orang-orang yang tidak termasuk dalam jajaran orang-orang mudah lupa? Atau m…

Hallo Aku Jatuh Cinta

Hallo selamat sore...
Sore yang teduh di kampungku. Jingga tidak bisa menembus barikade awan dan persengkongkolannya dengan mendung... Dingin memang telah biasa pada pagi dan sore di tempat ini, hingga tidur adalah kegiatan paling menarik ketika liburan singgah di kalender akademikku. Oke, sore ini aku hanya ingin menanyakan sesuatu padamu...
Apa kau pernah merasakan jatuh cinta atau paling tidak mengira itu jatuh cinta? Jantungmu berdetak tak terkendali ketika otak mengirimkan sinyal-sinyal yang kontras luar biasa dengan atmosfer sekeliling kita?
Ketika tidak berani menatap matanya atau salah tingkah ketika duduk berdekatan dengannya? Atau mungkin kau berharap dia membalas pesanmu lebih panjang dan setiap hari mengirimkan perhatian? Atau ingin menyentuhnya namun ada getar-getar kecil di balik lapisan kulitmu? Bahkan ketika berjabat kau tak ingin melepas, atau ketika berjabat kau tak henti berdegup dan hilang akal, bimbang, lalu merasa seolah seluruh kupu-kupu yang tadinya bergerak da…

Rindu untuk siapa?

pernah merindu? namun kau tak tahu teruntuk siapa rindu itu?
malam ini rinduku tetiba muncul tanpa memberi salam, dia mengetuk perlahan pada dinding hati yang tenang... sakit tetiba bermunculan, mencari sandaran labuhan. risauku melayang, menghitam. kemana rindu ini akan ku sematkan? sementara ada jarak dan waktu yang terbentang, ada kepentingan-kepentingan dan perbedaan. aku tak tahu rinduku teruntuk siapa, dia seolah anak ayam kehilangan sang induk, sementara aku tak mampu mengembalikan induk.
Rinduku kacau balau, hingga aku tak mengerti sesiapa yang ada pada rinduku. yang berada di balik rindu sendu...

Mencintai otak dan ahlaqnya...

Selamat Malam,
ini malam minggu yaaa? Selamat bermalam minggu yang sedang tidak tarawih, dan selamat beribadah yang sedang beribadah...
pernah merasakan jatuh cinta pada isi otak dan ahlaqnya? manis yaaa? iyaa... mungkin kurang tepat jika dikatakan jatuh cinta, karena cinta memang tak pernah memiliki alasan pasti untuk pembenarannya. terlalu dangkal jika kau mencintai orang karena otak dan ahlaqnya saja...
bayangkan saja jika otaknya nanti sudah usang dan tua hingga seluruh isi yang ada pada otaknya juga ikut usang, maka mungkin cintamu juga akan usang. Lalu jika kau hanya mencintainya karena ahlaqnya, mungkin sangat benar ketika dihadapkan dengan masalah religi, tapi akankah kita berhenti mencintai jika dia jatuh pada titik dimana hal-hal salah berada. Bukankah cinta yang benar akan menunjukkan jalan yang benar pula?
ketika yang kau cintai adalah orang dengan otak standar, maka bisa saja cinta mengubah cara berpikir standarnya itu. Atau bisa saja ketika kau mencintai seorang penjaha…

22:54

senja tadi di ujung jalan kampung halaman. jingga tadi, di persimpangan Jogja dan kenangan. aku berlalu perlahan, menatap sore yang kemilauan. entah apa yang aku cintai dari Jogja, kota bertabur cerita... aku tak pernah berharap untuk menetap di sana lama, aku hanya cinta suasana damainya... nostalgianya... aku suka berjalan lama di sudut-sudut malioboro, menikmati malam duduk di kaki lima, bercengkerama hangat, membuka mata dengan suasana berbeda dari sebelumnya, bahagia. Ya, aku bahagia dengan Jogja yang sederhana, dengan senyum hangatnya, dengan romantisme yang tercipta dari jejeran lampu remang-remang. Aku suka Jogja, ketika malam, ketika santai dan lengang, ketika hari bahkan begitu panjang, aku suka Jogja... tetapi jingga di sudut senja menyadarkanku, ada kehilangan mendasar padaku atas kota itu, kau tahu apa? cinta... aku kehilangan kecintaanku padanya... aku telah larut dalam bising dan riwehnya pra-metropolitan... Jogjaku berubah perlahan, jumawa sedikit merusak kesederhanaan…

Ayo Menulis :))

Hai selamat malam. Ini Kamis malam, dan aku tengah bersantai di depan televisi dalam kamar kosku. Hari yang.... biasa saja. Tidak spesial dan juga tidak buruk. Tadi baru saja aku menginstal aplikasi blogger for android, lumayan lah, setidaknya sekarang aku bisa menulis tanpa harus membuka PC... hehehe
Malam ini sepertinya aku kekenyangan, ini Ramadhan, dan aku berbuka puasa dengan makanan berminyak brooo, dan baru beberapa menit lalu juga makan gorengan gitu, duuuuh... tenggorokan udah mulai gak karuan, haha
sepertinya aku pikir postingan ini adalah salah satu postingan paling tidak penting yang aku publikasikan, but so what?? selama kamu masih bisa menulis, tulislah apa yang ingin tulis, karena tanpa menulis kamu hanyalah hewan yang berpikir haha, Pram banget yaaa, tapi aku sih setuju... bahkan sangat setuju, ketika manusia enggan menulis, lalu apa yang akan mereka tinggalkan nanti setelah mereka meninggal, hanya foto, kenangan, memori? iya jika yang hidup ingat, lalu kalau tidak, te…

sepucuk rindu

seandainya gelap adalah caraku mencintaimu, aku takkan pernah berharap siang datang. apabila malam adalah caraku memendam rindu dan membisikkan namamu pada desau angin adalah jalanku mengungkapkan rasa itu, maka takkan ku biarkan pagi berlabuh di kotaku. aku hanya bertaruh pada gemuruh malam dan pesona bulan, bahwa rinduku kau sambut tanpa termentahkan. namun sepertinya aku kalah, rinduku tak pernah sampai pada rumahnya... dia mati kering setelah sang pemilik mengacuhkannya... ini tentang rindu dan kangenku yang tumbuh namun tak berbalas, tentang asam yang terkecap dari pedihnya penolakan.. tapi apabila gelap adalah caraku mencintaimu dan malam adalah jalanku memendam rindu, maka semoga pagi dan senja akan seperti rindu yang cair pada masanya, pada manisnya, pada rumahnya, pada pemiliknya... kamu.