Pos

Menampilkan pos dari April, 2013

Pemilik Rindu

Selamat malam untuk pemilik sepotong rindu ini,
rindu yang membekap erat diantara dingin dan bekunya jiwa
Selamat malam kepada pemilik risau ini,
risau yang menyeruak menyempitkan rongga dada
Selamat malam untuk penghuni hati rapuh ini,
luka telah mengobrak-abrik keadaannya..
Kemarilah hai kau pemilik rinduku...
Basuhlah sedikit lukaku, tak perlu kau menyembuhkannya... Lukaku mampu menghilang sendirinya
Kau hanya perlu merawatnya, menjaga hati yang telah banyak mengalami mati dan kemudian bangkit lagi..
Hati yang menghitam terlalu dini, hati yang sakit terlalu  pagi...
Kau pemilik rinduku ini..., aku tak memintamu untuk menyembuhkannya.., hatiku mampu melenyapkan lukanya sendiri, kau hanya perlu menatapnya, membekapnya, mmenghangatkannya..
aku tak memintamu terlalu banyak, dia mampu menghidupi dirinya sendiri... mampu..
kau hanya perlu menemani sepinya, meramaikan birunya... mendamaikan senjanya..
lakukanlah hai kau penghuni hati yang rapuh ini, lakukanlah, lakukanlah...

Sebab Mencintai Tak Membutuhkan Alasan

Terkadang sebuah tunggu terlalu absurd untuk didefinisikan alasannya. Terkadang pula sebuah rasa terlalu samar untuk dipahami maknanya. Aku tak pernah memintamu untuk berhenti lalu menatapku yang dengan lelahnya menantimu.  Menanti asa pada harap semu. Aku tak pernah menagih jawabmu, meski aku telah payah pada lukaku. Bukan, bukan aku yang seharusnya berteriak, menyerukan pedih dan perih. Bukan, bukan kewajibanku. Aku hanya perlu memandangimu, memandangimu dengan sejuta gejolak lebam sembilu. Aku hanya perlu menatapmu dari sini, dari balik gelap dan abu-abu. Di balik hujan dan petir. Aku hanya perlu melihat langkahmu dari sini. Agar kau tak mampu melihat air mata dan mendengar desah pedihku. Agar hujan menemani penantianku, agar petir menyanyikan risauku.
Aku tak perlu berteriak, menyeruak dari gelap dan membuatku lara. Aku tak ingin dan tak mau. Aku cukup mencintaimu dengan caraku, dengan harap dan penantianku.
Bukan karena aku tak berani, bukan karena aku tak mampu. Hanya karena aku…