Rumahku, Matamu...

Rumah adalah tempat teduh yang menyajikan kenyamanan, bukan? Mungkinkah matamu adalah rumahku? Sebab di sana ada teduh dan kenyamanan.
Rumah adalah tempat kembali ketika kita pergi. Mungkinkah matamu adalah rumahku? Sebab setiap perjumpaan, matamu menjadi titik pemberhentian.
Rumah adalah tempat pertama yang kita cari ketika pulang. Mungkinkah matamu adalah rumahku? Sebab tempat pertama yang kucari tiap hari adalah matamu.
Rumah adalah tempat berbagi rasa. Mungkinkah matamu adalah rumahku? Sebab rasa rindu dan bahagiaku terbagi di sepasang bola itu.
Bagaimana bisa aku tak bahagia ketika memandang lingkar berbinar itu. Ketika pada akhirnya tujuan dari hatiku adalah matamu. Bagaimana bisa aku tak bahagia ketika satu tempat pemberhentian ragu dan gelisahku adalah matamu. Bagaimana bisa aku berbalik dan memunggungimu, sementara benar tempatku pulang dan kembali ada pada mata itu. Bagaimana bisa, aku melupakanmu sementara rumahku itu, matamu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dialog Dini Hari

Wangi

Setiap Ucapan Selamat Tinggal